Untuk sistem surya yang terhubung ke jaringan listrik, waktu dan cuaca akan menyebabkan perubahan radiasi matahari, dan tegangan pada titik daya akan terus berubah. Untuk meningkatkan jumlah listrik yang dihasilkan, panel surya harus dipastikan dapat menghasilkan daya tertinggi saat matahari lemah maupun kuat. Untuk daya, biasanya sistem penguat (boost-boost) ditambahkan ke inverter untuk meningkatkan tegangan pada titik operasinya.

Seri kecil berikut ini menjelaskan mengapa Anda harus menggunakan sistem boost boost, dan bagaimana sistem boost boost dapat membantu sistem energi surya untuk meningkatkan pembangkitan daya.
Mengapa Boost Boost Circuit?
Pertama-tama, mari kita lihat sistem inverter yang umum di pasaran. Sistem ini terdiri dari rangkaian penguat daya (boost-boost) dan rangkaian inverter. Bagian tengahnya terhubung melalui bus DC.

Rangkaian inverter harus berfungsi dengan baik. Bus DC harus lebih tinggi daripada tegangan puncak jaringan (sistem tiga fase lebih tinggi daripada nilai puncak tegangan saluran) agar daya dapat dialirkan ke jaringan secara langsung. Untuk efisiensi, bus DC umumnya berubah seiring dengan perubahan tegangan jaringan untuk memastikan tegangannya lebih tinggi daripada tegangan jaringan.

Jika tegangan panel lebih tinggi dari tegangan busbar yang dibutuhkan, inverter akan langsung bekerja, dan tegangan MPPT akan terus melaju hingga mencapai titik maksimum. Namun, setelah mencapai persyaratan tegangan bus minimum, tegangan tersebut tidak dapat diturunkan lagi, dan titik efisiensi maksimum tidak dapat tercapai. Cakupan MPPT sangat rendah, yang sangat mengurangi efisiensi pembangkitan daya dan keuntungan pengguna tidak dapat dijamin. Oleh karena itu, harus ada cara untuk mengatasi kekurangan ini, dan para insinyur menggunakan rangkaian penguat (boost) untuk mencapai hal ini.

Bagaimana Boost meningkatkan cakupan MPPT untuk meningkatkan pembangkitan daya?
Ketika tegangan panel lebih tinggi daripada tegangan yang dibutuhkan busbar, rangkaian penguat daya (boost booster) berada dalam keadaan istirahat, energi disalurkan ke inverter melalui diodanya, dan inverter menyelesaikan pelacakan MPPT. Setelah mencapai tegangan busbar yang dibutuhkan, inverter tidak dapat mengambil alih. MPPT pun berfungsi. Pada saat ini, bagian penguat daya (boost booster) mengambil alih kendali MPPT, melacak MPPT, dan mengangkat busbar untuk memastikan tegangannya.

Dengan jangkauan pelacakan MPPT yang lebih luas, sistem inverter dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan tegangan panel surya di pagi hari, siang hari, dan hari hujan. Seperti yang dapat kita lihat pada gambar di bawah, daya real-time terlihat jelas. Promosikan.

Mengapa inverter daya besar biasanya menggunakan beberapa rangkaian penguat Boost untuk meningkatkan jumlah rangkaian MPPT?
Misalnya, untuk sistem 6 kW, yang masing-masing menghasilkan 3 kW untuk dua atap, dua inverter MPPT harus dipilih saat ini. Hal ini disebabkan oleh dua titik operasi maksimum yang independen. Matahari pagi terbit dari timur, dan paparan langsung permukaan A pada panel surya menyebabkan tegangan dan daya di sisi A tinggi, sementara sisi B jauh lebih rendah, dan sebaliknya di sore hari. Ketika terdapat perbedaan tegangan antara dua sisi, tegangan rendah harus ditingkatkan agar dapat menyalurkan energi ke bus dan memastikan bus beroperasi pada titik daya maksimum.


Alasan yang sama, medan berbukit di medan yang lebih kompleks, matahari akan membutuhkan lebih banyak penyinaran, sehingga membutuhkan MPPT yang lebih independen, sehingga daya sedang dan tinggi, seperti inverter 50Kw-80kw umumnya memiliki 3-4 Boost independen, sering dikatakan 3-4 MPPT independen.

